Rabu, 05 Juni 2013

Tak seperti orang dewasa, sistem kekebalan tubuh anak terbilang masih sangat rendah. Kurangnya nutrisi seimbang ditambah dengan lingkungan yang kotor, membuat anak-anak lebih rentan diserang penyakit, terutama bila usianya masih sangat muda.

"Penyakit yang paling sering menyerang pada anak usia 0-1 tahun dan balita umumnya sama, hanya saja berbeda pada ketahanan tubuhnya. Kalau anak dibawah 1 tahun itu daya tahan tubuhnya lebih rendah sehingga gampang tertular," tutur dr Tjatur Kuat Sagoro, SpA, dokter spesialis anak dari RSUP Persahabatan, saat berbincang dengan salah satu media informasi, seperti ditulis pada Rabu (5/6/2013).

Menurut dr Tjatur, berikut beberapa penyakit yang sering jadi langganan si kecil:

1. Diare
2. Batuk pilek
3. Panas
4. Radang paru-paru
5. Ruam kaki-tangan-mulut (timbul ruam-ruam kemerahan di kaki, tangan, dan mulutnya) atau flu Singapura.

Selain penyakit-penyakit tersebut, ada pula penyakit lain yang umumnya menyerang, seperti pertusis (batuk 100 hari), tuberkulosis, campak, cacar air, dan penyait-penyakit lain yang sebenarnya bisa dicegah dengan imunisasi.

"Sehingga, sangat disarankan agar anak (usia 0-18 tahun) tidak melewatkan imunisasi sesuai jadwal untuk mencegah penyakit-penyakit yang seharusnya bisa diatasi," tandas dr Tjatur.

Penyakit bisa menyerang siapa saja tanpa pandang bulu, terutama pada orang-orang dengan kekebalan tubuh rendah seperti anak-anak. Beberapa penyakit pun bisa sangat mudah menyerang si kecil bila kondisinya tidak benar-benar dijaga.

Orang tua pasti pusing tujuh keliling jika buah hatinya sakit. Apalagi jika si kecil terlalu sering dibawa ke dokter bahkan keluar masuk rumah sakit karena penyakitnya. Apakah risiko yang mungkin muncul jika si kecil sering sakit-sakitan?

"Tergantung sakitnya apa. Kalau kena sakitnya berat tidak hanya perkembangannya terganggu, tetapi bisa jadi membahayakan jiwa," kata dokter anak dari RS Persahabatan, dr Tjatur Kuat Sagoro, SpA, dalam perbincangan dengan salah satu media informasi dan ditulis pada Rabu (5/6/2013).

Batuk dan pilek merupakan penyakit yang paling sering dialami anak. Nah, jika penyakit itu terlalu sering dialami anak Anda, sebaiknya dilakukan observasi untuk mencari penyebabnya lebih lanjut.

"Kalau kena diare, juga harus dilihat apakah karena makanannya atau lingkungannya. Kalau panas, harus cek laboratorium sederhana tetapi tetap sesuai indikasi," sambung dr Tjatur.

Anak dengan gangguan kekebalan tubuh sehingga sering sakit bisa menyebabkan semangat hidupnya turun. Sering sakit akan membuat anak jadi lemah, letih, dan lesu karena gairahnya turun.

"Sering sakit akan membuat pertumbuhan anak tersendat karena tubuh terus berusaha mengobati sakitnya sehingga mengganggu tumbuh kembang anak," lanjut dr Tjatur.

Tumbuh kembang anak sudah dimulai sejak masih dalam kandungan. Oleh sebab itu harus dijaga perkembangannya, terutama hingga usia 2 tahun. Hal ini penting untuk perkembangan otaknya. karena setelah itu perkembangan tidak terlalu bermakna.

"Perhatikan makanan sejak di kandungan hingga usia 2 tahun untuk otak dan tumbuh kembang hingga 18 tahun. Sebab yang dimaksud anak adalah hingga 18 tahun, bukan hanya hingga 12 tahun," terang dr Tjatur.

Dibandingkan orang dewasa, anak-anak memang lebih rentan terhadap penyakit karena sistem imunnya belum terbentuk dengan sempurna. Tapi usia berapa anak paling rentan terhadap penyakit?

"Anak paling rentan itu usia balita pada umumnya dan kurang dari satu tahun pada khususnya," jelas dr Tjatur Kuat Sagoro, SpA, dokter spesialis anak dari RSUP Persahabatan

 Menurut dr Tjatur, hal ini disebabkan karena daya tahan tubuhnya yang masih lemah. Terlebih lagi, biasanya karena masih kecil anak suka dibawa-bawa orang tuanya, yang membuatnya mudah tertular penyakit orang lain.

"Tapi untuk frekuensinya paling banyak pada anak dibawah 5 tahun ya, karena daya tahan tubuh yang masih lemah tadi," imbuhnya.

Bagaimana agar anak tak gampang sakit?

Berikut beberapa cara untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak agar tak gampang sakit, seperti dilansir whattoexpect:

1. Memberikan ASI eksklusif
2. Pastikan anak memiliki jam tidur yang cukup
3. Jangan terlalu berlebihan dalam menjaga kebersihan anak
4. Imunisasi
5. Berikan asupan makanan yang sehat
6. Jauhkan anak dari paparan asap rokok


Jangan pernah sepelekan demam pada anak. Demam memang salah satu penyakit yang sering diderita anak sejak bayi, namun jangan sampai orang tua lengah. Pertolongan pertama yang tepat pada demam anak akan sangat membantu penyembuhannya.

Menurut dr Tjatur Kuat Sagoro, SpA dokter Anak dari RS Persahabatan pertolongan pertama yang bisa dilakukan pada anak adalah dengan melonggarkan baju anak dan berikan suasana yang lebih enak. "Lalu kompres dengan air hangat, harus dengan air hangat. Setelah dikompres tentu harus diberi obat," ujar dr Tjatur saat berbincang dengan detikhealth, dan ditulis pada Rabu (5/6/2013).

Tetapi memberikan obat pada anak juga tak boleh sembarangan. Saat ini banyak orang tua yang dengan mudah memberikan obat warung pada anak-anaknya, padahal obat warung tanpa resep yang sesuai belum tentu baik untuk anak.

Selanjutnya, menurut dr Tjatur obat yang diberikan haruslah obat yang terkenal, seperti parasetamol itu masih diperbolehkan. Kemudian, ia menambahkan sebaiknya untuk dosis obat disesuaikan dengan berat badan anak dan bukan sesuai usianya seperti yang banyak tercantum di kemasan obat-obatan.

"Kalau berdasarkan usia itu sebenarnya kurang tepat. Tapi, pada prinsipnya kalau panas tidak terlalu tinggi tidak apa-apa asal jangan mendekati 40 derajat," ucapnya.

Menurut Tjatur, jika demam anak mendekati 40 derajat tentu akan berbahaya sehingga sebaiknya dibawa ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. "Pengukuran panas yang paling tepat sebenarnya dilakukan melalui dubur, tetapi kalau tidak bisa ditambahkan setengah derajat dari suhu pengukuran, misal 39,5 derajat itu berarti jika ditambahkan setengah suhunya sudah mencapai 40 derajat," jelasnya.

Oleh sebab itu, sangat disarankan pada orang tua jika anak mengalami demam tinggi untuk segera membawanya ke dokter dan melakukan pemeriksaan. Khususnya apabila demam yang dialami anak sudah lebih dari 3 hari karena dikhawatirkan anak dapat terkena penyakit berbahaya seperti demam berdarah.

Lebih cepat diketahui, maka akan semakin cepat pula penyebab demam pada anak diatasi.


Banyak pasien di rumah sakit membutuhkan darah setiap harinya. Darah tersebut biasanya didapat melalui donor darah. Selama ini diketahui donor darah memberi manfaat baik bagi jantung pendonornya. Namun berdasarkan hasil studi, donor darah secara rutin juga bisa membakar kalori dalam tubuh.

Sebuah studi menemukan bahwa mendonorkan darah dapat mengurangi risiko serangan jantung dan kanker. Tak hanya itu, donor darah bahkan dapat membakar sekitar 650 kalori untuk setiap liter darah yang didonor, demikian dilansir Daily Mail, Senin (3/6/2013).

Manfaat ini diperkirakan timbul dari penurunan kadar besi yang berfungsi untuk mempengaruhi seberapa kental tekstur darah. Saat mendonor, kadar zat besi di dalam tubuh akan berkurang. Akibat pengurangan ini, darah menjadi lebih kental.

Setelah itu, tubuh akan melakukan proses alami untuk mengembalikan kadar zat besi. Proses ini dapat mempercepat proses oksidasi kolesterol dan mempengaruhi konsistensi darah. Jika dilakukan secara konsisten, seluruh proses ini akan membantu mengembalikan tekstur darah.

Menurut studi dari para peneliti di Journal of the American Medical Association, ditemukan bahwa mereka yang berusia 43-61 tahun dan rutin mendonorkan darah setiap 6 bulan sekali lebih jarang terkena serangan jantung dan stroke.

Studi lain dari yang melibatkan 2.682 orang Finlandia juga menemukan bahwa mereka yang rutin melakukan donor darah memiliki 88 persen penurunan risiko serangan jantung dibandingkan mereka yang tidak melakukannya. Studi yang dilakukan selama 4,5 tahun dan melibatkan 1.200 orang responden ini menemukan bahwa orang-orang yang mendonor darah secara rutin selama 2 tahun memiliki insiden kanker lebih rendah daripada mereka yang tidak mendonor darah.

Namun, semua penurunan risiko penyakit ini akan lebih terlihat manfaatnya jika donor darah dilakukan secara rutin. Bukan donor darah yang hanya sesekali saja.

Selain dapat memberikan pengaruh pada penurunan risiko penyakit jantung dan kanker, donor darah juga dapat membakar sejumlah besar kalori. Sebab, setelah menyumbangkan darah tubuh akan menggantikan seluruh volume darah dalam waktu 48 jam dan seluruh sel darah merah dalam waktu 4-8 minggu.

Para peneliti dari The University of California, San Diego, memperkirakan bahwa untuk setiap 1 liter darah yang disumbangkan, sekitar 650 kalori terbakar saat tubuh melakukan proses perbaikan volume darah dan sel darah merah. Meskipun begitu, NHS Blood and Transplant Centre menegaskan bahwa donor darah sebaiknya dilakukan dengan tujuan ini menolong sesama, bukan semata-mata untuk kepentingan diri sendiri.

Sabtu, 16 Februari 2013

Menyempatkan waktu untuk berolahraga di gym atau lari keliling kompleks memang sangat baik untuk kesehatan. Tapi sebuah studi baru mengemukakan bahwa sebenarnya jalan kaki atau berdiri saja sudah cukup, toh jumlah kalori yang dibakar sama saja.

Bahkan berdiri dan berjalan kaki seharian terbukti lebih banyak manfaatnya daripada olahraga intens selama satu jam karena keduanya dapat menurunkan kadar kolesterol sekaligus mencegah diabetes.

Kesimpulan ini diperoleh setelah peneliti meminta 18 orang dewasa muda berusia 18-24 tahun yang memiliki berat badan normal untuk melakukan tiga regimen latihan terpisah selama studi.

Pertama, seluruh partisipan tidak diminta berolahraga dan hanya duduk selama 14 jam. Kedua, partisipan diminta duduk selama 13 jam tapi juga bersepeda dengan intensitas tinggi selama satu jam. Terakhir, partisipan diminta duduk selama 8 jam tapi juga jalan kaki 4 jam dan berdiri 2 jam.

Dari ketiga percobaan terlihat adanya jumlah pengeluaran energi yang sama antara ketika partisipan melakukan regimen latihan fisik berintensitas tinggi dengan saat melakukan regimen berdiri-jalan kaki. Hal ini diketahui setelah peneliti mengamati sensitivitas insulin dan kadar kolesterol partisipan pasca melakukan setiap regimen.

Menurut peneliti, sebenarnya bukanlah hal baru jika partisipan menunjukkan peningkatan sensitivitas insulin dan penurunan kadar kolesterol setelah berjalan kaki dan berdiri bila dibandingkan dengan ketika mereka tak melakukan aktivitas apapun.

Namun peneliti mengaku terkejut ketika menemukan bahwa manfaat dari kedua aktivitas ini juga jauh lebih baik daripada ketika partisipan melakukan latihan intens selama sejam.

"Yang penting jangan kebanyakan duduk atau lebih banyak berdiri, lebih memilih tangga ketimbang elevator serta menghindari penggunaan mobil dan memilih bersepeda," kata peneliti Hans Savelberg dari Department of Human Movement Sciences, Maastricht University Medical Centre, Belanda seperti dilansir dari abcnews, Sabtu (16/2/2013).

Studi ini telah dipublikasikan dalam jurnal PLOS One.

Agar selalu bugar, sejumlah orang memutuskan untuk lebih giat berolahraga, bahkan dengan porsi yang lebih intens dari sebelumnya. Padahal menurut sebuah studi baru, beristirahat sebentar juga sama pentingnya dengan olahraga itu sendiri.

Peneliti dari Stirling University ini percaya istirahat akan membantu proses pemulihan otot, termasuk membuat tubuh lebih fit dalam waktu yang lebih cepat.

Untuk memastikannya, peneliti melibatkan 12 pesepeda yang dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok diminta melakukan olahraga dengan intensitas tinggi lalu diselingi dengan istirahat jangka pendek sebanyak tiga kali seminggu.

Di setiap sesi, partisipan diminta mengayuh pedal kencang-kencang tapi di bawah kecepatan pelari cepat (spinter) selama empat menit, kemudian berhenti sejenak selama dua menit. Pola ini diulang hingga lima kali.

Kelompok kedua diminta untuk terus bersepeda selama sejam dengan kecepatan yang lebih rendah, juga sebanyak tiga kali seminggu. Namun empat minggu kemudian, kedua kelompok diminta bertukar program.

Hasilnya, program pertama yang melibatkan perpaduan antara latihan keras dengan istirahat terbukti paling banyak memberikan manfaat bagi partisipan, bahkan menghasilkan peningkatan kekuatan serta performa partisipan hingga dua kali lipat.

"Meski kami menemukannya pada para pesepeda, tapi jika Anda dapat membuat sesi olahraga yang keras menjadi lebih keras dan sesi yang mudah jadi lebih mudah maka Anda akan cenderung memperoleh hasil yang lebih baik," tandas peneliti Stuart Galloway yang juga seorang pakar fisiologi olahraga.

"Pilihan terbaiknya adalah olahraga berintensitas tinggi seperti bersepeda di dalam ruangan (spin cycling) atau lari interval dan kami akan merekomendasikannya, namun harus dikombinasikan dengan aktivitas berintensitas rendah karena keduanyalah yang dapat memberikan dampak terbesar," tambahnya seperti dikutip dari Daily Mail, Senin (21/1/2013).

Lagipula peneliti menduga otot-otot manusia kesulitan untuk memulihkan dirinya sendiri jika terlibat dalam aktivitas olahraga yang periodenya panjang, kendati kondisi otot itu secara fisik lebih kuat.

"Otot-otot Anda bisa saja lebih cepat kelelahan ketika beraktivitas dengan intensitas tinggi tapi sebenarnya mereka juga bisa memulihkan diri lebih cepat, dan ini harus difasilitasi dengan memberikan jeda untuk istirahat sebentar. Hal ini akan membuat orang-orang merasa tak begitu capek diantara beberapa sesi olahraga," timpal peneliti lain, Dr Angus Hunter.

"Jadi jangan heran ketika Anda merasa capek setelah berolahraga dan butuh waktu lama untuk memulihkan diri, itu bisa jadi karena Anda telah melakukan olahraga berintensitas sedang secara terus-menerus," pungkasnya.

Saat mulai tidak enak badan, vitamin C sangat dibutuhkan untuk menjaga daya tahan tubuh. Berbagai penelitian telah membuktikan manfaat tersebut. Namun penelitian terbaru menunjukkan, vitamin C jadi sia-sia kalau tak disertai olahraga.

Penelitian yang dilakukan di Finlandia ini membuktikan bahwa konsumsi vitamin C tidak menunjukkan manfaat pada orang yang bermalas-malasan atau sering diistilahkan couch potato. Namun jika rajin olahraga, vitamin C bisa menurunkan risiko pilek hingga 50 persen.

Dengan melibatkan 11.000 partisipan, penelitian yang dilakukan para ilmuwan dari University of Helsinki ini membandingkan hubungan antara konsumsi vitamin C dengan risiko penyakit ringan seperti batuk pilek. Aktivitas fisik para partisipan juga dibandingkan.

Salah satu partisipan dalam penelitian ini adalah seorang perenang remaja yang sedang pilek. Pemberian suplemen vitamin C dosis rendah ternyata mampu mempercepat proses penyembuhan remaja tersebut hingga 2 kali lipat dibandingkan perkiraan sembuh sebelumnya.

"Kegagalan suplementasi vitamin C dalam mengurangi risiko pilek pada populasi umum menunjukkan bahwa manfaatnya belum bisa dipastikan, tetapi memang bermanfaat bagi yang terpapar aktivitas fisik," kata Harri Hemild dan Elizabeth Chalker yang melakukan penelitian ini seperti dikutip dari Daily Mail, Sabtu (16/2/2013).

Kesimpulan lain yang ditarik dalam penelitian ini adalah bahwa respons anak-anak terhadap vitamin C lebih bagus dibandingkan orang dewasa. Pada anak-anak, vitamin C menurunkan risiko pilek sebanyak 18 persen sedangkan pada orang dewasa hanya 8 persen.

Meski demikian, mengonsumsi vitamin C secara berlebihan bukanlah tanpa risiko. Sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal JAMA Internal Medicine menunjukkan bahwa laki-laki yang terlalu sering mengonsumsi suplemen vitamin C bisa mengalami batu ginjal.

Ternyata sayuran tak hanya mengandung vitamin dan mineral yang penting bagi kesehatan tubuh. Buktinya sebuah studi baru menemukan bahwa sayuran juga dapat meningkatkan selera makan seseorang.

Menurut tim peneliti dari Cornell University, AS ini, memasukkan sayuran ke dalam menu utama juga dapat mendorong seseorang percaya bahwa makan malamnya terasa enak.

Bahkan hanya dengan menyajikan sayuran untuk makan malam membuat seseorang menganggap bahwa orang yang menyajikannya atau tuan rumah adalah orang yang lebih bijaksana dan penuh perhatian.

Sayangnya menurut survei dari National Diet and Nutrition, hanya satu dari 10 anak di Inggris yang benar-benar menjalankan rekomendasi pemerintah untuk mengonsumsi lima porsi buah dan sayuran setiap harinya.

"Di Amerika, hanya 23 persen masyarakat yang menyediakan sayuran sebagai menu makan malam. Itu berarti kita perlu menemukan sejumlah motivasi baru untuk mendorong orangtua agar menyajikan sayuran sebagai komposisi utama dari menu makan di rumah," ungkap ketua tim peneliti, Brian Wansink yang juga seorang profesor di bidang pemasaran dan perilaku konsumen dari Cornell University.

Untuk itu, studi yang dipublikasikan dalam jurnal Public Health Nutrition ini melibatkan 500 responden ibu-ibu yang memiliki sedikitnya dua anak berusia di bawah 18 tahun dan tinggal serumah.

Si anak diminta untuk menilai rasa dari empat menu makanan yang sebagian ditambahi sayuran dan sebagian lagi tidak. Mereka juga diminta mendeskripsikan orang-orang yang mempersiapkan dan menyajikan makanan itu lalu mengidentifikasi sayuran favorit mereka dan penyajian seperti apa yang mereka sukai untuk sayuran itu.

Hasilnya, dari keempat makanan yang disajikan, penambahan sayuran ternyata memang dapat meningkatkan respons positif si anak sehingga menu yang disajikan terlihat lebih 'komplet', 'menyenangkan', 'enak' dan dipersiapkan dengan penuh pertimbangan.


Pertanyaan peneliti tentang sayuran favorit partisipan juga mengungkapkan keragaman preferensi si anak, sekaligus mengindikasikan bahwa hampir semua anak memiliki sedikitnya satu jenis sayuran yang paling mereka sukai.

"Temuan ini memperkuat konsep bahwa sayuran membuat menu makanan yang disajikan menjadi lebih menarik. Lagipula kalau hanya mengatakan bahwa sayuran itu baik untuk kesehatan saja mungkin takkan cukup. Menunjukkan bahwa sayuran adalah penambah kenikmatan makan malam juga bisa jadi strategi yang efektif," terang Profesor Wansink seperti dilansir dari Daily Mail, Rabu (21/11/2012).

Wansink juga merekomendasikan penambahan ragam sayuran yang ditawarkan pada anak-anak dan merubah menu sesuai usia si anak.

"Jika orang tua tahu bahwa menambahkan sayuran pada menu makan malam dapat membuat menu itu terlihat lebih menggugah selera atau menarik serta mendorong keluarga mereka untuk memiliki persepsi yang lebih baik tentang apa yang mereka konsumsi maka mungkin mereka akan lebih terinspirasi untuk menyajikan sayuran," pungkasnya.

Agar anak menjadi pemusik besar seperti Mozart atau Beethoven, sejumlah orang tua cenderung terdorong mendaftarkan anaknya untuk mengikuti kursus musik atau belajar alat musik tertentu. Mungkin tampaknya upaya itu hanyalah akan buang-buang waktu, tapi sebuah studi mengklaim bahwa belajar alat musik membuat si anak tumbuh menjadi lebih pintar.

Secara rinci tim peneliti dari Kanada mengungkapkan bahwa mendorong anak masuk kelas musik sejak berusia 6 tahun akan mempercepat perkembangan kemampuan motoriknya.

"Pasalnya belajar alat musik itu membutuhkan koordinasi antara kedua tangan dengan stimuli visual (penglihatan) atau audio (pendengaran) dalam otak. Namun jika proses pembelajarannya telah dilakukan sebelum berusia 7 tahun, hal itu akan cenderung mempercepat proses pematangan koneksi antara region motorik dan sensorik di dalam otak sehingga dapat menciptakan pondasi latihan alat musik yang baik bagi anak," tandas ketua tim peneliti Virginia Penhune, profesor psikologi dari Concordia University di Montreal, Kanada.

"Bahkan semakin muda usia anak ketika belajar alat musik maka konektivitas antarkedua aspek itu akan semakin baik," lanjutnya seperti dikutip dari Daily Mail, Sabtu (16/2/2013).

Kesimpulan itu diperoleh setelah peneliti mengamati otak 36 musisi yang rata-rata telah bermain musik dalam kurun waktu yang sama dan menjalani sejumlah tes non-musikal untuk mengetahui kemampuan motorik mereka.

Partisipan dibagi menjadi dua kelompok yakni partisipan yang mulai belajar musik sebelum berusia 7 tahun dan yang belajar musik setelahnya. Lalu hasilnya dibandingkan dengan hasil tes pada partisipan lain (bukan musisi) yang pernah memperoleh sedikit pelatihan alat musik formal atau tak mendapatkan pelatihan sama sekali.

Dari situ diketahui bahwa musisi yang telah belajar musik sejak belum genap berusia 7 tahun dapat menentukan timing (ketika belajar alat musik) secara lebih akurat, bahkan setelah berlatih dalam dua hari saja, dibandingkan rekan-rekan musisi lain atau partisipan yang tidak pernah berlatih alat musik sebelumnya.

Pada waktu yang bersamaan, hasil scan otak musisi yang belajar musik sejak kecil memperlihatkan adanya penambahan bagian putih corpus callosum pada otak mereka. Corpus callosum sendiri merupakan sekelompok serat saraf yang menghubungkan bagian otak kiri dan kanan.

Namun scan otak partisipan bukan musisi dan musisi yang belajar musik setelah berusia 7 tahun tak menunjukkan adanya perbedaan perkembangan otak.

Kendati begitu, Profesor Penhune mengingatkan bahwa kursus alat musik ini tidak serta-merta mengubah anak menjadi komposer musik klasik atau musisi handal karena les piano atau biola saja tidak memberikan dampak yang begitu besar terhadap perkembangan kemampuan anak sebagai musisi karena adanya perbedaan skill spesifik dan kondisi otak yang mengiringinya.

Hanya saja karena studi yang dipublikasikan dalam Journal of Neuroscience ini juga menguji kemampuan motorik non-musikal pada partisipan, peneliti dapat mengemukakan bahwa manfaat belajar alat musik itu lebih dari sekadar bisa memainkan alat musik saja.

Karena rasanya yang terkadang pahit atau tidak enak, banyak anak yang menolak mengonsumsi sayuran, terlepas dari tingginya nutrisi yang dikandung bahan makanan yang rata-rata berwarna hijau ini. Tapi sebuah studi baru dari Australia menekankan bahwa kunci untuk mengatasinya terletak pada pengolahan sayur itu sendiri.

Menurut peneliti, anak-anak akan lebih doyan mengonsumsi sayur jika bahan makanan tersebut dimasak dalam durasi waktu yang sedang-sedang saja, tak terlalu cepat atau terlalu lambat.

Kesimpulan ini diperoleh setelah peneliti menanyai 82 anak laki-laki dan perempuan berusia 5 dan 6 tahun. Sebagian besar responden mengaku lebih menyukai brokoli dan kembang kol jika dimasak dengan durasi sedang (6-8 menit) ketimbang dimasak dengan durasi lebih pendek (2-3 menit) atau lebih panjang (10-14 menit).

Bahkan kondisi ini tetap berlaku meski mayoritas responden dilaporkan tidak suka atau tidak banyak mengonsumsi sayuran.

Anak-anak juga lebih memilih brokoli yang dikukus daripada direbus, namun rata-rata responden mengaku tak punya metode favorit untuk pengolahan kembang kol. Lagipula brokoli yang dikukus dalam waktu lebih lama rasanya jadi lebih pahit sehingga wajar jika anak-anak tidak menyukainya. Sebaliknya, kembang kol takkan terasa terlalu pahit meski dimasak terlalu lama.

"Jadi tingkat preferensi anak terhadap sayuran secara keseluruhan cenderung dipengaruhi oleh rasa dan tekstur. Karena berdasarkan studi ini, anak-anak tampaknya lebih memilih sayuran yang teksturnya medium dan tekstur semacam ini hanya dapat diperoleh dengan waktu pengolahan yang sedang-sedang saja," tandas peneliti seperti dilansir dari myhealthnewsdaily, Sabtu (16/2/2013).

Selain itu, metode pengukusan juga terbukti dapat mempertahankan lebih banyak nutrisi yang terkandung di dalam sayuran dibandingkan jika sayuran itu direbus. Untuk itu, karena anak-anak juga lebih menyukai rasa sayuran yang dikukus, peneliti menyarankan agar para orangtua lebih memilih mengukus sayuran ketimbang merebusnya agar anak-anaknya doyan makan sayur.

Studi ini diselenggarakan oleh tim peneliti dari Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation dan akan dipublikasikan dalam jurnal Food Quality and Preference.

Selasa, 12 Februari 2013

Setiap hari manusia menggunakan indra perasa yang terletak di lidah untuk mengecap rasa makanan. Ada kalanya fungsi pengecapan ini terganggu. Apabila ketika minum air putih jadi terasa berbau logam atau tidak enak, penyebabnya bisa bermacam-macam.

Adanya rasa logam di mulut merupakan salah satu gejala dysgeusia, yaitu kelainan yang terjadi pada indra perasa. Beberapa orang yang mengalami dysgeusia terkadang mengalami perubahan sensasi bau. Penyebabnya karena sensasi rasa dan bau sebenarnya saling berhubungan.

Seperti dikutip dari Live Strong, Senin (11/2/2013), beberapa penyebab munculnya rasa logam di mulut adalah sebagai berikut:
1. Obat-obatan
Obat adalah penyebab utama munculnya rasa logam di mulut. Ada banyak obat yang memiliki efek samping ini, yaitu antibiotik, obat penyakit jantung dan tekanan darah, obat anti kanker, obat tiroid hiperaktif, obat arthritis, obat diabetes, obat mual, obat glaukoma, obat osteoporosis, obat tidur dan obat lainnya.

2. Penyakit mulut dan gigi
Gangguan pada mulut dan gigi dapat mengubah indera perasa. Penumpukan plak, gingivitis, periodontitis, kerusakan gigi dan abses dapat menghasilkan rasa tidak enak di mulut yang muncul sebagai rasa logam. Infeksi sinus atau penyakit yang menyebabkan mulut kering juga terkadang menyebabkan lidah berasa logam.

3. Penyakit sistemik
Penyakit sistemik yang dapat menyebabkan rasa logam di mulut adalah kanker, hiperparatiroidisme, gagal ginjal, diabetes, sindrom Sjogren, sarkoidosis, amiloidosis, kekurangan vitamin B-12 dan mineral seng.

4. Gangguan sistem saraf
Gangguan sistem saraf dapat menimbulkan gangguan rasa. Penyebabnya mungkin terletak di otak atau sepanjang saraf tepi yang mengontrol indra rasa dan bau. Karena sensasi rasa dan bau saling melengkapi satu sama lain, gangguan yang terjadi pada indra penciuman mungkin dianggap sebagai kelainan oleh indra perasa.

5. Kehamilan
Fluktuasi tingkat hormon saat kehamilan diyakini dapat memunculkan sensasi rasa logam, terutama selama trimester pertama kehamilan.

7. Keracunan makanan laut
Mengkonsumsi ikan yang sudah busuk, terutama ikan berdaging gelap seperti tuna, makerel, bonito dan mahi mahi, dapat menyebabkan munculnya rasa logam di mulut untuk sementara. Jenis keracunan seperti ini disebut dengan keracunan ikan Scombroid atau histamin.

8. Alergi
Alergi diketahui dapat menyebabkan munculnya rasa logam di mulut. Gangguan ini dapat disebabkan oleh pengaruh yang terjadi secara langsung pada hidung, misalnya hidung jadi berair atau tersumbat. Pelepasann histamin yang diakibatkan reaksi alergi juga bisa memicu munculnya sensasi ini.

9. Menghirup zat
Bahan kimia yang terhirup selama jangka waktu lama juga dapat menyebabkan munculnya rasa logam. Misalnya bahan kimia seperti benzena, hidrazin, bensin, debu karet, kromat dan kobalt. Merokok juga dapat menyebabkan munculnya rasa logam di mulut.








              Tatapan mata seseorang bisa ditafsirkan sebagai bahasa non-verbal atau isyarat emosi yang ingin disamarkan. Untuk menjaga mata tetap sehat, ada beberapa hal yang perlu diwaspadai.
               Pemeriksaan mata dapat dilakukan di dokter mata untuk mendeteksi adanya kelainan. Karena bisa jadi penyakit seperti diabetes, penyakit jantung dan penyakit hati terdeteksi melalui kelainan mata. Kunjungilah dokter bila menemui gejala-gejala seperti yang dikutip dari Huffington Post, Rabu (13/2/2013) :

1. Bentuk pupil berbeda              Pupil atau lingkaran hitam di tengah mata normalnya berbentuk simetris. Ukurannya sama besar di mata bagian kanan dan kiri. Reaksinya ketika terpapar matahari juga sama. Jika salah satu pupil lebih besar atau lebih kecil, bisa jadi ada masalah yang sedang terjadi.Para ahli menemukan bahwa perbedaan ukuran pupil bisa menandakan risiko stroke, tumor otak atau saraf optik, atau kelainan pada pembuluh darah otak.

2. Mata berkabut              Jika mata terasa keruh atau berkabut sampai mengganggu penglihatan, bisa jadi menunjukkan gejala katarak. Penyakit ini memicu kekeruhan pada lensa di dalam mata dan dapat disembuhkan dengan operasi. Kondisi ini terutama dialami orang tua. Apabila dialami orang-orang muda, biasanya disebabkan efek samping obat diabetes, tumor dan beberapa obat-obatan lain.

3. Mata gatal             Ada banyak hal yang dapat menyebabkan gatal-gatal di sekitar mata. Penyebab paling umum adalah alergi. Mata dan daerah sekitarnya yang sensitif lebih rentan terhadap infeksi dan alergi. Pemicunya bisa apa saja, mulai dari serbuk sari di udara, debu atau bulu binatang.
            Jika mata terasa gatal dan memerah, cobalah meminum antihistamin untuk mengurangi gejala kemerahan. Bisa juga menemui dokter untuk memeriksa adanya alergi. Apabila disertai mata dan kelopak mata membengkak, mungkin penyebabnya kurang tidur.


4. Cincin abu-abu di sekitar kornea              Munculnya cincin abu-abu terang di sekitar kornea atau lingkaran berwarna pada mata menunjukkan kemungkinan adanya arcus senilis. Kondisi ini sering berkaitan dengan tingginya kadar kolesterol dan trigliserida, asam lemak yang terkandung dalam darah.
             Kondisi ini berkaitan dengan risiko penyakit jantung dan stroke. Jadi jika melihat ada cincin abu-abu di sekitar mata, sebaiknya kunjungi dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

5. Alis rontok              Jika alis mata hilang atau rontok lebih dari sepertiganya, bisa jadi pertanda gangguan tiroid. Rontoknya rambut alis dari bagian sisi luar wajah merupakan pertanda umum gangguan hipertiroid, yaitu tiroid terlalu aktif, atau hipotiroidisme, yaitu tiroid yang tidak aktif. Tiroid membantu mengatur hormon metabolisme dan sangat penting untuk memproduksi rambut.

6. Mata selalu berair               Mata berair bisa mengindikasikan infeksi akibat virus. Jika terasa lengket, ada kemungkinan terinfeksi bakteri. Tapi jika lantas disertai penglihatan kabur, bisa juga disebabkan oleh Computer Vision Syndrome (CVS), yaitu kelelahan mata karena layar komputer kurang kontras. Akibatnya mata bekerja lebih keras untuk berfokus pada layar.

7. Kelopak mata benjol              Benjolan kuning pada kelopak mata disebut juga xanthelasma palpebral. Benjolan ini bisa menjadi peringatan bahwa kadar kolesterol sedang tinggi. Benjolan tersebut sebenarnya adalah timbunan lemak yang berkumpul di kelopak mata. Benjolan ini sering disalahartikan dengan timbil.
             Jika menemui bintik-bintik kecokelatan di kelopak mata, segera temui dokter karena bisa menjadi tanda awal kanker kulit. Biasanya muncul di bawah kelopak mata dan terlihat kecokelatan disertai pembuluh darah kecil.

8. Mata kuning             Jika bagian putih mata berubah warna menjadi kuning, bisa jadi pertanda penyakit kuning. Penyakit ini berkaitan dengan masalah liver dan kandung empedu. Menjalani tes darah sederhana di kantor dokter dapat memastikan keberadaan penyakit ini.






Jumat, 07 Desember 2012

Siapa bilang hidup sehat harus mahal? Tanpa perlu mengeluarkan biaya sepeser pun alias gratis, Anda juga bisa hidup dengan sehat. Ada beberapa cara gratis yang bisa Anda lakukan agar memiliki kesehatan yang baik.

Berikut cara-cara hidup sehat yang tidak perlu mengeluarkan biaya, seperti dilansir Menshealth, Jumat (7/12/2012):

1. Bersosialisasi

Sebuah studi di Harvard School of Public Health menemukan bahwa pria berusia 70-an tahun yang memiliki hubungan sosial yang baik memiliki kemungkinan lebih kecil mengalami kerusakan atau penyakit jantung.

2. Menarik napas dalam

Studi dari Health Psychology menemukan bahwa orang dewasa sehat dengan tingkat kebencian atau tidak sabar memiliki fungsi paru-paru yang rendah. Para peneliti berpikir bahwa penurunan nilai tersebut akan terakumulasi secara bertahap selama bertahun-tahun hingga akhirnya merugikan kesehatan.

Untuk mengatasinya, sering-seringlah menarik napas dalam dengan hitungan 10 kali. Hal ini bisa mencegah terjadinya penurunan fungsi paru-paru.

3. Berjemur sinar matahari

Sebuah studi baru-baru ini dipimpin oleh para peneliti dari Harvard School of Public Health menemukan bahwa pria yang memiliki kadar vitamin D yang rendah dua kali lebih mungkin mengalami serangan jantung.

Dengan mandi atau berjemur matahari di bawah jam 10 pagi atau setelah jam 15 (jam 3 sore) bisa menjadi salah satu cara mencegah penyakit mematikan tersebut.

4. Berhubungan seks yang sehat

Penelitian dari Wilkes University menunjukkan bahwa berhubungan seks sehat sekali atau dua kali seminggu dapat meningkatkan level imunoglobulin A, yaitu sebuah antibodi yang melindungi tubuh terhadap flu dan infeksi lainnya.

5. Tidur yang cukup

Peneliti Stanford menemukan bahwa orang yang tidur kurang dari 8 jam sehari, memiliki indeks massa tubuh atau BMI yang berbanding terbalik dengan durasi tidur. Dengan kata lain, orang dengan waktu tidur pendek lebih cenderung untuk menjadi gemuk.

Tidur dengan waktu singkat juga terkait dengan rendahnya tingkat leptin (hormon yang menekan nafsu makan) dan tingkat ghrelin lebih tinggi (zat kimia yang merangsang nafsu makan). Inilah yang menyebabkan orang yang kurang tidur menjadi lebih banyak makan.

6. Olahraga dan bergerak

Melakukan olahraga yang tidak mengeluarkan biaya seperti jogging atau jalan kaki sudah bisa membuat tubuh Anda sehat dan mencegah menumpuknya lemak dan kalori.

Sebaiknya orang dewasa tidur selama delapan jam setiap hari. Namun beberapa orang tidak bisa memenuhinya, dan beberapa orang lainnya malah tidur terlalu lama. Nah, ketahuilah 3 hal menarik tentang tidur.

Berikut ini 3 hal menarik tersebut seperti dikutip dari Times of India, Jumat (7/12/2012):

1. Bahaya Kurang Tidur dan Kebanyakan Tidur

Jika Anda seorang insomnia, maka sangat sulit memenuhi kebutuhan tidur selama delapan jam. Hati-hati dengan gangguan tidur ini karena menjadikan lebih berisiko obesitas dan mengalami diabetes.

Namun juga jangan senang dulu jika punya kebiasaan tidur lama hingga jauh melampaui kebutuhan. Sebab hal ini membuat risiko memiliki tekanan darah tinggi jadi meningkat. Jika Anda berpikir dengan tidur lama bisa membuat berat badan berkurang, itu juga salah. Tidurlah yang cukup jika Anda ingin mengurangi berat badan hingga jadi ideal.

2. Keringat Berlebih Saat Malam Picu Gangguan Tidur

Kurangnya waktu tidur kerap kali dikaitkan dengan kebiasaan atau gaya hidup. Namun masalah gangguan tidur bukan hanya disebabkan oleh hal itu saja. Pemicu seseorang tidak bisa tidur di malam hari adalah karena keringat berlebih.

Jika Anda merasa panas dan berkeringat, maka akan susah untuk tidur. Keringat berlebih di waktu malam kebanyak dikarenakan menopause, kanker, dan infeksi.

3. Insomnia Bisa Disebabkan oleh Makanan

Fakta lain insomnia adalah bahwa gangguan tidur yang dialami banyak orang ini disebabkan makanan tertentu. Penelitian menunjukkan beberapa makanan yang dikonsumsi bisa menyebabkan seseorang tetap terjaga di malam hari.

Alkohol sepertinya bisa membuat seseorang rileks, namun rupanya alkohol juga bisa membuat seseorang tidak gampang terlelap. Lainnya adalah makanan pedas yang bisa bikin mulas dan gangguan pencernaan yang mungkin menyebabkan Anda tetap terjaga di malam hari. Selain itu gula juga dikenal bisa menghambat kantuk

Karena stres atau kondisi tertentu, beberapa orang tak bisa tidur seketika mereka berbaring di atas ranjang layaknya orang normal. Akibatnya, agar bisa beristirahat dengan nyenyak, orang-orang ini pun menggantungkan hidupnya pada obat tidur. Padahal sebuah studi baru dari Inggris mengungkapkan konsumsi obat tidur tertentu dapat meningkatkan risiko radang paru-paru alias pneumonia.

Secara spesifik peneliti menuding obat tidur diazepam dan temazepam-lah yang dikaitkan dengan tingginya risiko radang paru-paru. Bahkan pasien yang mengonsumsi obat-obatan itu juga cenderung lebih sering meninggal akibat pneumonia.

"Ketika obat ini memicu tidur yang mendalam, pada waktu yang bersamaan sekresinya menumpuk di dalam paru-paru," terang peneliti seperti dilansir daritelegraph, Jumat (7/12/2012).

Kesimpulan ini diperoleh setelah peneliti mengamati kondisi sekitar 5.000 pasien yang telah didiagnosis dengan pneumonia antara tahun 2001-2002 dan masing-masing pasien dibandingkan dengan 6 pasien yang memiliki kesamaan usia dan jenis kelamin serta tidak didignosis dengan pneumonia.

Dari situ peneliti menemukan bahwa konsumsi obat benzodiazepine memberikan risiko pneumonia pada pengguna sebesar 54 persen, bahkan seperlima pengguna dilaporkan cenderung meninggal dalam kurun waktu sebulan dan sepertiga pasien bisa meninggal dalam kurun tiga tahun.

Selain itu, pengguna yang baru saja menggunakan obat tidur ini kemungkinannya 90 persen lebih tinggi untuk terserang pneumonia, sedangkan pengguna yang mendapatkan resep obat tidur ini 1-3 bulan sebelumnya memiliki kemungkinan terserang pneumonia lebih tinggi yaitu 95 persen. Namun untuk orang-orang yang dulunya pernah mengonsumsi obat tidur tapi sekarang sudah berhenti, risiko pneumonianya hanyalah 40 persen.

Setelah mengevaluasi kandungan diazepam, lorazepam dan temazepam-nya secara individual, peneliti memastikan bahwa ketiganya dan obat non-benzodiazepine yang disebut zopiclone sebagai penyebab tingginya risiko pneumonia pada pengguna keempat jenis obat tidur itu.

"Benzodiazepine dan zopiclone adalah obat-obatan yang biasa diresepkan untuk orang-orang yang mengalami kesulitan tidur namun memiliki efek terhadap sistem kekebalan yang signifikan. Data kami pun menunjukkan keduanya dapat meningkatkan risiko pneumonia, termasuk risiko kematian akibat radang paru-paru itu sendiri," tandas ketua tim peneliti Eneanya Obiora dari Nottingham University.

Kendati begitu, mengingat penggunaan benzodiazepine yang sangat luas maka studi lanjutan masih diperlukan untuk mengevaluasi keamanan obat tersebut untuk mencegah adanya infeksi, pungkasnya.

Survei menunjukkan bahwa hampir 90 persen perokok sebenarnya memiliki keinginan untuk berhenti merokok dan mengatasi kecanduan terhadap nikotin. Tetapi kebanyakan perokok merasa kesulitan berhenti merokok karena belum menemukan metode yang tepat.

Merokok dapat merusak paru-paru, mengganggu tidur, dan kesehatan mental seseorang, sehingga Anda harus segera meninggalkan kebiasaan tidak sehat tersebut. Anda dapat mencoba metode diet antioksidan untuk membantu membebaskan diri dari kecanduan nikotin.

Ketika nikotin masuk ke dalam tubuh, akan terbentuk radikal bebas yang menyebabkan stres oksidatif atau kerusakan sel otak. Radikal bebas adalah kelompok atom dengan jumlah elektron yang ganjil dan terbentuk ketika oksigen berinteraksi dengan molekul tertentu.

Radikal bebas ini sangat tidak stabil dan akan membentuk reaksi berantai untuk menstabilkan diri, tetapi hal ini dapat menimbulkan kerusakan sel dalam tubuh seperti DNA dan membran sel. Hal ini bahkan dapat menyebabkan kematian sel dan mengarah pada berkembangnya masalah kesehatan tertentu.

Yang Anda perlukan untuk berhenti merokok adalah mengatasi kerusakan tersebut terlebih dahulu, dengan diet antioksidan. Antioksidan adalah molekul yang aman berinteraksi dengan radikal bebas dan menghentikan reaksi berantai sebelum merusak sel tubuh.

Mikronutrien seperti vitamin, selenium, beta-karoten, dan tembaga adalah beberapa nutrisi yang bersifat antioksidan. Oleh karena itu, antioksidan dapat menyembuhkan tubuh dari pengaruh buruk rokok. Antioksidan dapat membantu menstabilkan radikal bebas yang tidak stabil akibat paparan nikotin.

Para ilmuwan dari University of Rochester mencoba untuk mengetahui potensi antioksidan dalam memperbaiki stres oksidatif atau kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Peneliti menyatakan dengan memperbaiki kerusakan akibat nikotin, tubuh akan lebih fit dan dapat melawan efek kecanduan nikotin.

Seperti dikutip dari medindia, Kamis (22/11/2012), untuk mendapatkan manfaat tersebut, cobalah mengubah diet Anda dan meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung antioksidan berikut:

1. Kacang
Kacang merah atau kacang hitam merupakan sumber makanan yang kaya antioksidan karena mengandung 8 jenis flavonoid. Para ahli kesehatan merekomendasikan untuk makan makanan sehat ini setidaknya sekali seminggu.

2. Blueberi
Blueberi merupakan salah satu sumber terkaya antioksidan dan sangat baik untuk kulit dan tubuh. Makanlah buah blueberi untuk mengusir efek berbahaya dari rokok.

3. Brokoli
Brokoli dilengkapi dengan nutrisi seperti folates, vitamin C, vitamin A, serat dan fitokimia yang bersifat antioksidan. 

4. Tomat
Tomat kaya akan lycopene yang bersifat antioksidan. Kadar lycopene dalam tomat bahkan dapat meningkat hingga empat kali ketika dipanggang atau dipanaskan.

5. Cokelat hitam
Cokelat hitam adalah salah satu sumber terbaik flavonoid, antioksidan yang baik untuk jantung dan tubuh.

Yang sudah pasti, rokok dapat menyebabkan kanker, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke dan penyakit-penyakit serius lainnya. Namun tanpa diduga, ada pula efek-efek buruk rokok yang mungkin disepelekan.

Efek dari merokok jauh lebih luas daripada kanker atau asma. Nikotin dapat meracuni setiap inci tubuh Anda, hingga banyak dampak buruk yang seakan terabaikan.

Berikut efek buruk rokok yang tak terduga sebelumnya, seperti dilansir Boldsky, Selasa (4/12/2012):

1. Rambut rontok
Rambut rontok memang banyak penyebabnya. Mulai dari stres hingga nutrisi yang kurang baik. Namun bila Anda perokok, maka waspada bahwa nikotinlah penyebabnya. Merokok berlebihan dapat menyebabkan kerontokan dan kebotakan prematur. Hal ini terutama banyak terjadi pada laki-laki.

2. Merusak sistem pencernaan
Efek dari merokok pada lambung dan usus tidak dapat diubah. Racun yang keras dari rokok mengikis lapisan perut dan tidak memungkinkan enzim pencernaan berfungsi dengan baik. Itulah sebabnya, perokok berat mengalami kesulitan dalam mencerna makanan.

3. Merusak indra perasa
Jika Anda seorang perokok, maka ada risiko lidah Anda mati dengan cepat. Itulah sebabnya, perokok bisa makan makanan pedas tanpa masalah. Karena indra pengecap pada lidahnya mati, perokok kebanyakan tidak bisa peka merasakan rempah-rempah dan cita rasa pedas lainnya.

4. Dehidrasi
Perokok harus minum setidaknya 2 liter air lebih banyak dari orang normal. Hal ini karena efek dari merokok pada keseimbangan cairan tubuh. Rokok dapat mengeringkan tubuh dari dalam, menyebabkan bibir kering, kulit kering dan berbagai infeksi saluran kencing.

5. Mengurangi tingkat energi
Sebagian besar perokok memberikan alasan bahwa rokok memberinya energi untuk melakukan shift malam atau mengatasi jam kerja malam di tempat kerja. Tapi ini hanyalah alasan sementara, karena rokok ternyata malah mengurangi kekuatan paru-paru. Dan ketika paru-paru tidak dapat memompa udara, bagaimana Anda merasa energik?

Mengenai Saya

Foto saya
TAK ADA PERJUANGAN TANPA MIMPI

Total Tayangan Halaman

Pengikut

Translate

Popular Posts